4 Bagian yang menentukan Kehidupan seseorang



Pada diri kita terdapat 4 bagian yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup kita di dunia. Bagian itu memiliki peranan yang sangat penting, tetapi banyak dari kita yang belum memahami bahwa pentingnya keempat bagian tersebut kita isi dengan asupan yang benar. Ketika salah satu bagian tidak terpenuhi nutrisinya, maka akan terjadi ketidakseimbangan (unbalance). Terkadang seseorang hanya fokus mengisi sebagian tetapi lupa untuk mengisi bagian yang lainnya. akibatnya mereka merasakan hal yang namanya kegelisahan, kebodohan, ketidaknyamanan, penyakit dan hal buruk lainnya yang mengganggu ketenangan hidup mereka. keempat bagian itu adalah Otak, Hati, Perut, dan bagian bawah perut. kita pasti sudah sangat tau keempat bagian ini, tetapi tidak banyak dari kita yang paham bahwa keempat bagian ini perlu diasup secara seimbang dengan nutrisi yang sesuai. mari kita bahas satu per satu.

Otak memerlukan nutrisi yang bernama ilmu, Hati memerlukan nutrisi berupa lantunan ayat-ayat suci Alquran, Perut memerlukan nutrisi makanan, dan bagian bawah perut tentu kalianlah yang lebih faham.

Berbicara mengenai asupan nutrisi otak yaitu ilmu tentu sangat banyak pilihan yang bisa kita asup. kita tinggal memilah-milah mana ilmu yang akan bermanfaat untuk keberlangsungan hidup kita dan mana yang tidak bermanfaat. Bisa juga memilih asupan ilmu yang bisa menunjang karir, impian dan pasion kita. tetapi akan sangat bagus jika ilmu yang kita asup untuk otak kita adalah ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan juga agama. oleh karena itu teruslah asup otak kita dengan ilmu yang bermanfaat agar kita terhindar dari yang namanya kebodohan. saya sangat senang dengan nasehat dari Imam Syafi'í, "Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan dengan perihnya kebodohan".

setelah otak telah terisi maka kita perlu mengisi bagian lainnya yaitu Perut.

Perut memerlukan nutrisi dari makanan, dari makanan kita akan bisa mendapatkan energi untuk menjalankan akitivitas ibadah dan aktivitas lainnya. kadang kita hanya fokus untuk mengisi perut kita dan lupa untuk mengisi nutrisi bagian lainnya. ada yang perutnya terisi tetapi otaknya tidak terisi dan juga sebaliknya. ketika perut tidak terisi dengan nutrisi makanan maka hasilnya adalah kita akan kekurangan energi, cepat lelah, lemas dan bahkan banyak penyakit yang bisa menjangkiti tubuh kita. perut juga perlu kita isi dengan secukupnya, karena bila kita terlalu kekenyangan maka pastilah untuk berdiri saja pun susah, kita bahkan akan mudah terkena penyakit, minimal penyakit karena obesitas. agama kita juga mengajarkan bahwa kita perlu makan secukupnya, makan lah tepat pada waktunya, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang, itulah yang agama kita ajarkan.

kemudian hati,

bagian yang satu ini adalah bagian yang terpenting dan sering terlupakan oleh kita. kadang kita mengisinya dengan nutrisi yang salah, mengisi dengan lagu-lagu yang tidak bermanfaat dan hal-hal lainnya yang tidak bermanfaat sama sekali sehingga hal itu lah yang membuat kita kadang merasakan kebimbangan, kegalauan dan penyakit-penyakit hati lainnya, pernah tidak sih kalian merasakan kekosongan, disaat semua kebutuhan kita terpenuhi, itu disebabkan karena hati kita tidak pernah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran. itulah nutrisi hati kita yang sebenarnya. walaupun seseorang terlihat sehat secara fisik tetapi ketika relung hatinya tidak terisi dengan hal-hal yang baik maka dia akan terlihat lemah, lemah secara mental. nutrisi hati adalah Lantunan ayat-ayat suci Alquran. dengan mendengarkannya maka hati kita akan merasa tenang dan tentram, itu lah yang dinamakan obat hati, ketika hati kita sehat maka akan sehat pula seluruhnya, oleh karena itu mulailah mendengarkan ayat-ayat suci Alquran dan rasakanlah kedamaian yang hakiki.

dan terakhir adalah asupan yang mana semua orang banyak terjerumus kedalamnya padahal yang satu ini adalah salah satu indikator keimanan kita dan ketika kita salah dalam memberi asupan nutrisi pada bagian yang satu ini, tentu kita akan terjerumus kedalam dosa besar yang akan memasukan kita ke neraka jahannam, nauzu billah himinazalik. satu nasihat dari penulis, Menikah itu masalah ketepatan bukan kecepatan. oleh karena itu yang belum menikah, sabar dulu ya, ada waktu yang tepat untukmu menikah, tetapi kalau merasa sudah siap dalam menjalin rumah tangga, maka segerakanlah. karena hal itu lah bagian yang terakhir dalam bahasan ini yang perlu nutrisi untuk dipenuhi.

ketika semuanya sudah terisi maka insyaallah kehidupan kita akan tentram dan kita akan tenang, bisa beribadah dengan maksimal. tubuh kita akan berdaya sepenuhnya dan kita tentu akan lebih responsif terhadap seruan allah SWT. Insya allah kita akan menemukan kebahagiaan yang sempurna, Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema

kala itu di Saint Tropez