Jalan Menuju Keabadian


Rasulullah s.a.w bersabda : "akan datang masa dimana agama Islam akan kembali menjadi asing sebagaimana ia bermula dalam keadaan asing". Asing bukan berarti aneh. Aneh bukan berarti sesuatu yang tidak berasal dari dunia ini. Asing berarti masyarakat dan dunia dimana kau hidup, orang-orang akan berpikir bahwa hidup adalah tentang suatu hal tertetu dan tujuan tertentu. tapi Islam akan kembali dalam kebenaran dan orang lain akan melihatnya seakan-akan islam dan para pengikutnya berada dalam jalur yang sangat aneh. Tapi Rasulullah s.a.w tidak mengatakan ia aneh, melainkan asing. Asing bagi manusia. Manusia akan kehilangan fokus mereka, sementara mereka yang menaati Islam akan tetap fokus. Untuk para teman-teman pemuda, aku ingin menyampaikan nasihat berikut insya allah.

Rasulullah s.a.w bersabda : "Kabar gembira dan kabar baik bagi merka orang-orang asing". Saudaraku dalam Islam, ketika kau asing, kau melakukan hal tertentu yang sangat berbeda dengan orang-orang disekitarmu. ketika kau terbangun di malam hari sementara orang orang masih tertidur, kaupun asing. Ketika kau berbicara tentang mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala dan membuat-Nya sebagai tujuanmu, kau pun asing, karena orang lain membuat hal-hal lain sebagai tujuan mereka. Allah memberitahu kita dalam Quran, "Katakanlah hai Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahwa faktanya Allah-lah yang seharusnya menjadi tujuan utamamu." ketika orang lain membuat hal lain sebagai tujuan mereka, nafsu merka menjadi tujuan utama mereka, kekayaan menjadi tujuan utama mereka, sebuah hubungan menjadi tujuan utama mereka, jabatan tertentu yang ingin mereka gapai, mereka menjadikan itu tujuan utama merka dalam hidup, dan banyak hal yang lain. Maka orang-orang seperti ini belum menjadikan Allah subhnaahu wa ta'ala sebagai tujuan utama mereka. Ya seorang Muslim dapat menjadikan pekerjaan, hubungan atau hal-hal seperti itu sebagai tujuan dalam hidup, tetapi ia tidak boleh melupakan tujuan utama kita yaitu kepada Allah subhanaahu wa ta'ala, aku akan memberitahu apa yang akan terjadi pada orang-orang yang menjadikan hal lain sebagai tujuan utama mereka, dan lupa bahwa Allah subhanaahu wa ta'ala dan akhirat lah yang seharusnya menjadi tujuan utama mereka. Apa yang terjadi pada orang orang ini ? ketika seseorang menjadikan keluarga mereka sebagai tujuan utama mereka, dan pekerjaan sebagai tujuan utama mereka, lalu ketika mereka kehilangan pekerjaan suatu hari, atau ada anggota keluarga mereka yang  meninggal, apa yang akan terjadi pada orang yang telah kehilangan tujuan utama mereka dalam hidup ?. Mereka ingin bunuh diri. Mereka jadi sengasara. Mereka tidak ada alasan untuk hidup lagi, mereka kehilangan jalan dan tujuan mereka dalam hidup karena tujuan utama itu telah hilang. Contoh lain ketika pemuda menjadikan otot mereka sebagai tujuan utama mereka, kemudian mereka ingin pergi ke gym dan ingin menjadi seseorang yang tubuhnya kekar dan menawan, dan mereka menjadikan itu sebagai tujuan utama mereka dan segala hal yang selain hal itu akan dinomor dua, shalat menjadi yang kedua, puasa menjadi yang kedua, orangtua mereka menjadi yang kedua, dan mereka hanya ingin pergi ke gym tepat waktu,dan juka hal ini hilang, kau melihat orang itu menjadi ingin bunuh diri terkadang, kau melihat orang ini menjadi sengasara, marah pada orang tua mereka, marah pada anak-anak mereka, marah pada saudara/saudarinya, marah pada masyarakat, marah pada islam sendiri, karena merka berfikir, "kenapa shalat menghalangiku dari tujuanku?" "kenapa puasa menghalangiku dari tujuanu?" Saudaraku dalam Islam, ketika seseorang menjadikan selain Allah s.w.t sebagai tujuan mereka. Dan ketika seseorang menjadikan selain Rasullullah s.a.w sebagai penutan mereka, maka ketika panutan mereka yang telah menggantikan Rasulullah, mereka juga menjadi sengsara, mereka jadi tidak bahagia. Saudaraku dalam Islam, ketika Allah subhanaahu wa ta'ala menciptakan kita, Dia menempatkan sesuatu yang sangat spesial dan berharga dalam dirimu. Hal yang Dia buat kita berharga adalah nilai dalam diri kita. alasan kenapa Dia memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada bapak kita Adam 'alaihissalam, dan mereka pun bersujud tetapi iblis menolak, karena dia tahu nilai mu. Ruh yang Allah subhanaahu wa ta'ala tempatkan dalam diri kitalah yang membuat kita bernilai, dan ia butuh dirawat, dan ruh kita ini hanya punya satu tujuan, Allah menciptakannya untuk memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Allah, ketika kita merawat ruh ini, kita telah merawat hubungan kita dengan Allah subhanaahu wa ta'ala. ketika kita merawat ruh ini, maka apapun yang hilang dari dunia ini, hartamu, rumahmu, hubunganmu dengan seseorang, anggota keluargamu yang meninggal, pekerjaan yang tidak dapat kau gapai sesuai tujuanmu, maka kau tahu ada suatu hal tempatmu kembali, dan itulah ruhmu, jiwamu, dimana ketika kau melupakannya, ruhmu mulai menangis dan berkata, "kemana kau membawaku, kenapa kau tidak merawatku ?" kenapa kau hanya memikirkan tubuhmu dan nafsumu, dan kau melupakanku?" kenapa kau hanya memikirkan uang dan melupakanku?".... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilema

kala itu di Saint Tropez